Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Andai Aku Nelayan Tua

tak berkasut
aku terpaut larian mekar laut
dipersimpangan mercusuar ini
kuberi layar
biar dapat kaki menari
lari dan lari pulang dan pergi


tali temali
bintik bintang
landai tikam
suluh kemudi
buih berserambi
musim berganti kelamin


oh..perabung rumahku yang calar
dihintip camar tua
bersumbat damar, obor dan kain kumal
ku tunggu engkau
di magrib setiap persinggahan ingin




{d}. Mei 2012

Selasa, 03 April 2012

SAJAK-SAJAK INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK MENGENANG AYAHANDA HASAN JUNUS

SAJAK-SAJAK INI KUPERSEMBAHKAN UNTUK MENGENANG AYAHANDA HJ, KARENA BEBERAPA KARYAKU YANG MERASUK DERAS DIINPIRASIKU.
(I)

Pujangga Riau Gerbang abad 21
lambaian kuning gadingmu memetik kata meyulam rindu
talkin kehilir kehulu pun tidak
bersama samudra yang menelurkan telaga siul dan bunyi
diujung alir dawat marhum ketapang
bersendikan penggubah Gurindam Dua Belas
engkau pun tak sudah bertepuk tawar di Hulu Riaow.

{d}.Kepulauan Riau, 18 Januari 2011


(II)
Tiung Sri Gading

Ketertarikanku pada tanah
kuwakilkan pada kerja akar

kugapai awan
kuwakilkan pada pucuk daun

kujemput setia
kuwakilkan pada ranting

kurindu badai
kuwakilkan pada batang

kuingat engkau
kuwakilkan pada Tiung
yang hinggap dipohon engkau
membawa kain kuning gading ke pusara zaman .
Al -Fatihah


Catatan:
Depok, 01 April 2012
Ku dedikasikan Sajak untuk Pujangga Riau dan Kepulauan Riau ,Alm Raja Hasan Junus (HJ).

Sajak Bisu

Sajak Bisu
Oleh: Irwanto

bisakah engkau membisukan laut
agar riak riak alun gelombang ini tak mendengar kedatangan ku kali ini
beberapa detik yang lalu, wajah ku telah bersempadan dengan tepian pantai
dan saat itu juga kakiku ini berlari lari kecil menuju pasang surut syarat Mu

{d}Tanjungbatu, 2010

Jumat, 30 Maret 2012

Zapin da Lelaki Nol


Zapin dan Lelaki Nol
Oleh : irwanto
beberapa detik yang lalu kebekuan ini telah usai
mari kita serentak membawa tumbuh batu
engkau lelaki cadangan yang menari
di putaran zafana menekuk mata sekandang siku
puan..!
berlarilah paling timur.

{d}.Pekanbaru,2012

Senin, 26 Maret 2012

Tajuk Serentang Hala

Tajuk Serentang Hala
Oleh: Irwanto

Sepasukan gelombang gelombang mengantarkan ganjil menyudut di sepangkalan rimba, sejak belanak, cucut dan todak jatuh ke tanah, masa lalu berputik tulang
lenyaplah dan kita lupa menuliskannya menjadi sajak sajak, pegon tua inipun melepaskan huruf-hurufnya sendiri, dan nasib sekujur tubuhmu gundul bersama cericit musim panen dan lukis batu

{d}.19 Maret 2012/Tanjungpinang

Sabtu, 24 Maret 2012

Tajuk

Tajuk
Oleh : Irwanto

Aku berpacu hanyut pulang pergi ke Leiden dan bertemu aib di Formosa
Palmeral pun menjadi tukang timbo yang membuang Laut
sesekali menguras dangkal fasifik kita
bermimpi Venesia yang timur
hingga berganti dayung di arung sayang
kemudi kemudi pun dijemput diarak musim
lantas, kapan kau tulis janji kita setinggi bukit batu.



{d}. Tanjungpinang,10 Februari 2012

Rabu, 21 Maret 2012

Orang Orang Minyak

aku beradab menjadi orang minyak
di kampungku terhampar pemandianku
jika aku tersesat dihutan pun dirimba raya kiri dan kananku
semua itu adalah bedak dan lantaiku


berkat kerja keras musim panen tahun nanti
hitam ini adalah keniscayaan
yang mesti ku parut di batang-batang kayu tunggul batu
aku pernah terkubur ratusan tahun
menatap tumbuh Candi Muara Takus
menusunnya satu satu menjadi almanak bisu


di segala simpang ini, tiap lekuk, ceruk dan muara mu tak dikenal lagi
kupendam segala peta, aku ingin keluar dari rimba tajuk segala hala
berpanggul keterasingan kini engkau berkabar tentang sesosok pondok cinta


sudah bertahun-tahun lamanya aku ikut dengan mu
akhirnya aku keluar dari persembunyian ini
inilah saatnyaku akan membuat huru hara dikampungku sendiri
selama ini sudah letih aku menunggu saat-saat yang pas menjadi buah bibir orang
tubuh ku masih berlinyang dan legam berkat bertapa di bekas lubang harimau
kini tenggorokanku ingin mengaum, sekuat harimau Sumatera terakhir



{d} Kepulauan Riau, (at,Lion Air JT 0377.TNJ-JKT/2012)

Selasa, 06 Maret 2012

" Di Langgar Terubuk"

aku menunggu kedatangan mu
menyabuk angin di penjuru perjumpaan perjumpaan
pendurhakaan ini sesaat menyulam buih buih
di rempuhan badai sepurnama hasrat


biarlah aku berumah di bukit batu
diiringi sepasukan zapin
patah patah menikam pulau pulau
bersimpai langkah malu malu
dari kempunan telur telur mu yang terakhir


aku pun terus menghala di pelantar paling timur
ku curi sajak sajak idrus tintin
ku layangkan ia di anjung anjung
di tambur limbung di lanun waktu


lalu ku sulut api dapur mak kita
menyalai alun gelombang gelombang
berbungkus daun keladi
bertali parut helai pucuk paku
berisi taman taman musim
berkendi lebam marawis bertalu-talu
di lindungan kajang yang berlipat siku


{d}. Selatpanjang,2012

Sajak untuk saudaraku Firdaus bin Abdul Mu'in "Muara Karat"


Sejak pagi lagi hanyut ini berisi besi tua yang berkarat lendir muara

satu persatu anak musim pun menidurkan sepasukan lukah lukah

masih dapatkah aku bermimpi

memancung surut dan pasang tak kenal muka

lampu lampu telah mengernyitkan cahaya

se-silau selais, pantau, baung dan udang galah.

igaulah aku di tombak di kurung waktu

padahal engkau sudah pun berpetang ditampar Selat Malaka.



2012

Selasa, 21 Februari 2012

"Musim"

Aku berumah musim pada rindu yang utara
tak kala haluan ingin menuju yang barat
teringat syahdu yang timur merupa rupa
disana selatan jua sedang menunggu
menitip muatan yang penuh
bertumpang gelombang gelombang


{d}Tanjungpinang,7 februari 2012

"Delik"

aku lah pulau yang terakhir bertapak di ingatan mu
berisi sampah-sampah yang retak
berubin gambus tersadai mengisi ruang tunggu
jalan lapang ini pun berpenumpang kota kota
hanya ada rindu yang masih menjadi misteri

ingin sekali aku bermusyawarah bersama Lukah gila
bertemankan Peladen atau Makyong yang berlari
dan memberi kain alas pelepah kampung

tapi rupanya, engkau kerap tak bersuara
menghulu datang membawa pergi





{d}Kundur,27012012

''Laut Mak Kita XII''

Pulangkan aku ke pangkal darat
menilik urat dalam sekat sekat
bermalam tubuh ku ditiup angin lalu
ke hulu dalam menyambar perahu perahu
untuk berbagi garam dan menikam tanda tanda.

{d}.Selatpanjang,11 February 2012

''Laut Mak Kita XI''


aku menuju Venesia yang timur
ku lepas satu satu pelepah paling tua
berkelopakan Meranti, Duano,Gasep dan berujung di bukit batu

sialang yang bayang menunggu rindang
berkecipaklah lunas lunas kita
menuju muara yang paling dalam.



{d}Karimun-Meranti,11 February 2012

"Laut Mak Kita X"

Aku lelaki tua yang menyulam bukit-bukit
serupa jaring yang menganga
menangkap tuah angin yang timur
berebut suaka menilik hari
mengadu kail, joran dan hala.

{d}.Kijang,2012

"Laut Mak Kita VIII"

Bila sampai pujuk kaki tabuh dan rentak bermasa masa
berumah ayun lekas sampaikan

di batu batu
mari kita bertumpang pujuk


{d}.Penyengat-Tanjungpinang,4 February 2012

" Laut Mak Kita VII"

aku berumah di anyir lukah
menjemput pasang di tepi jarak
di tiang tiang awan tak lekas merupa bunyi
biar jenguk berpulang laut
lalu simpai serupa sajak sajak itu menghala
berlari lari kecil diikut jejak



{d}.Tanjungpinang-Penyengat,4 February 2012

''Laut Mak Kita VI''

Sepantas angin mengadu lancang
kerapu,dingkis,sececah tenggiri
diadun jadi rekat jadi tambat

Sesulit lukah menangkup jamah
berkemudi kiyau kiyau yang membeting diujung Riau.


Moro - Tanjungpinang,4 February 2012

''Laut Mak Kita V''

Ku temukan gasing berpangkah pangkah di belakangpadang
ditali air kasu, pemping bersumbu sambu
dan meneropong Batam dari bukit Bulang

{d}.Batam,30 January 2012

''Laut Mak Kita IV''


Aku datang ke muka mu lain kali
menjemput kuala ikan yang landai bertepikan larut
disampai angin di racik awan
berpangkah hanyut tali kemudi
menyapu anak jala
yang engkau bangunkan tadi pagi.


{d}.Ujung Mukah-Batam,30 January 2012

''Laut Mak Kita III''

serupa tembakul bergerilya di ubun ubun pantai
berkecipak di mulut Laut
bertemu lukah gila dan busut sayang

bahu mengepak lintang serentang jala
serampang laut pun menari diidam camar
dan meramu tukikan terakhir


{d},Kundur-Batam,30Januari 2012